STUDI KASUS: Archetypes

Perempuan Lain Berlomba Jadi Seksi, Adinda Thomas Ingin Terlihat Natural

 

Image untuk seorang artis tentu sangat penting. Meski dikenal cuek, Adinda Thomas juga tetap memikirkan penampilan.

Di saat banyak perempuan ingin dilihat seksi, Adinda Thomas tidak demikian. Adinda Thomas awalnya juga bingung ingin menunjukkan diri seperti apa.

"Aku sebenarnya bingung mau nunjukin diri seperti apa. Yang jelas yang aku lakukan di Instagram karena kan itu salah satu wadah untuk orang-orang melihat kita sehari-harinya sukanya apa, kita bagaimana. Di instagram ada platform social media yang bisa kita gunakan," ungkap Adinda Thomas kepada detikcom.

"Sejauh ini yang aku lakukan adalah just be myself. Jadi kayak apa adanya aja. Kalau orang bilang ada image yang dilakukan, aku percaya setiap orang harus melakukan personal branding," imbuhnya. Dilansir dari detik.com.

Dari fenomena yang disebutkan diatas dapat kita hubungkan dengan salah satu bidang archetypes, yaitu persona mari kita bahas lebih dalam lagi mengenai kaitan antara studi kasus tersebut dengan teori archetypes

HUBUNGAN STUDI KASUS DENGAN TEORI

Akhir-akhir ini personal branding sering di perbincangkan oleh jagat media sosial, dahulu personal branding hanya dikenal atau diketahui beberapa pihak saja, contohnya manejer artis mapun aktor panggung. Tapi sekarang personal branding telah dipakai beberapa pihak untuk memudahkan dalam berinteraksi sosial.

Sebelumnya,  Personal branding itu terdiri atas dua kata yaitu personal yang berarti perseorangan, dan branding yang berarti cap atau citra diri. Jadi personal branding dapat dikatakan sebagai citra diri seseorang. Personal branding sendiri berangkat dari teori Carl gustav Jung, yaitu persona singkat nya persona adalah sisi kepribadian yang ingin ditunjukkan oleh pribadi tersebut kedalam kehidupannya

KESIMPULAN

Pada jaman sekarang sudah dimudahkan dengan adanya internet dan beberapa media lainnya, maka dari itu banyak orang yang berlomba untuk membangun personal branding mereka masing-masing dengan keinginan kelak mendapatkan eksistensi.

tetapi dilain sisipun personal branding dapat membahayakan apabila tidak dibarengi dengan sebuah ilmu pengetahuan.

DAFTAR PUSTAKA

Feist, jess. J, F, Gregory dan Roberts, T, A. (2018). Theories of PERSONALITY.

PennPlaza: New York. McGraw-Hill Education

Puspasari, desi. (2020). Perempuan Lain Berlomba Jadi Seksi, Adinda Thomas Ingin

Terlihat Naturalhttps://hot.detik.com/celeb/d-4929759/perempuan-lain-berlomba-jadi-seksi-adinda-thomas-ingin-terlihat-natural. Diakses pada 8 April 2020, pukul 04:11 AM

Mudiasih, Retna. (2015). Harus Punya Personal Branding Biar Makin Cetar

Membahana !!https://www.kompasiana.com/retnamd/54f99812a33311d5668b4a68/harus-punya-personal-branding-biar-makin-cetar-membahana. Diakses pada 8 April 2020, pukul 11:52 AM

 

 


Post a Comment

0 Comments