ARCHETYPES
Istilah kepribadian berasal dari kata
latin persona yang artinya topeng. Siapapun yang kemudian
mendefinisikan kepribadian layaknya sebuah topeng, melihat kepribadian sebagai
diri seseorang yang tampil dihadapan publik. Dengan kata lain, definisi
kepribadian seperti ini mengimplikasikan, kalau aspek-aspek lebih penting dari
kepribadian seseorang tetap tersembunyi karena sejumlah alasan.
Sedangkan definisi kepribadian yang lain berjangkauan
dari konsep yang populistik sifatnya, yaitu kepribadian memampukan seseorang
menjadi efektif secara sosial (seorang individu bisa dilihat memiliki kepribadian
mengagumkan, atau menakutkan, atau tidak punya kepribadian sama sekali). Kalau
begitu bisa dikatakan bahwa telah muncul beberapa jenis teori kepribadian,
meski fakta dasarnya tetap sama, setiap teori kepribadian tak lain dan tak
bukan adalah upaya mendefinisikan kepribadian diluar, seberapa mencolok
perbedaan satu definisi ke definisi yang lain.
Banyak ahli yang memang mendefinisikan kepribadian
yang berbeda diantara salah satunya yang akan kita bahas dalam artikel ilmiah kali ini
yaitu tentang teori yang digambarkan oleh Jung. Carl Gustav Jung lahir 26 Juli
1875 di sebuah desa yang bernama Kesswyl, namun dibesarkan dikota tempat
Universitas Basel berada. Kepribadian Jung cukup kompleks. Faktanya, gambaran
tentang hakikat manusia yang dipotretnya mungkin paling rumit yang pernah
dikembangkan oleh teoris kepribadian manapun. Jung sendiri memiliki pribadi
yang rumit, detail-detail kehidupan pribadinya sering kali kontradiktif.
Pribadi yang rumit bisa dibilang juga sebagai peribadi yang tidak mudah atau cukup
sulit untuk di telusuri, sehingga meningkatkan keingintahuan untuk memahami dan
mengerti tentangnya.
PEMBAHASAN
1. Archetypes
Arketipe
adalah imaji-imaji masa lalu bahkan arkais yang berasal dari alam bawah sadar
kolektif. Arketipe sifatnya
lebih umum dan berasal dari kandungan alam bawah sadar kolektif. Arketipe harus dibedakan dari insting Jung (1948/1960)
mendefinisikan insting sebagai impuls fisik bawah sadar bagi tindakan,sedangkan
dia melihat arketipe sebagai tandingan insting karena bersifat psikis. Baik
arketipe maupun insting bersifat bawah sadar dan keduanya dapat membantu
pembentukan kepribadian.
Arkhetipe juga bisa diartikan bentuk pikiran (ide)
universal yang mengandung unsur emosi yang besar. Bentuk pikiran ini
menciptakan gambaran-gambaran atau visi-visi yang dalam kehidupan sadar normal
berkaitan dengan aspek tertentu dari situasi.
Namun perbedaan utama diantara
keduanya adalah Jung meletakkan alam bawah sadar kolektif sebagai daya-daya
otonom yang disebutnya arketipe-arketipe,yang masing-masing memiliki kehidupan
dan kepribadiannya sendiri-sendiri.Arketipe yang paling bias dikenal ini
meliputi persona,shadow,anima,animus,great mother,wise old man,hero,dan self.
a. Persona
Persona adalah topeng yang dipakai
sang pribadi sebagai respon terhadap tuntutan-tuntutan kebiasaan dan tradisi
masyarakat, serta terhadap kebutuhan-kebutuhan arkhetipal sendiri(Jung,1945).
Tujuan topeng adalah untuk menciptakan kesan tertentu pada orang-orang lain dan
sering kali, meski tidak selalu, ia menyembunyikan hakikat sang pribadi yang
sebenarnya.
Sisi kepribadian yang ingin
ditunjukkan manusia kepada dunia didesain sebagai persona. Konsep Jung mengenai
persona mungkin sudah berakar dari pengalaman dengan pribadi No.1 dirinya,yang
harus membuat sejumlah akomodasi bagi
dunia luar.
Meskipun persona merupakan sisi yang
dibutuhkan oleh kepribadian kita namun,kita tidak boleh mencampuradukkan wajah
public kita dengan self kita sebenarnya. Jika kita mengidentifikasikan
diri terlalu dekat dengan persona,maka kita akan tetap tidak menyadari
individualitas kita,dan terhalang untuk meraih realisasi-diri.
b. Shadow
Shadow, arketipe kegelapan dan
represi,mereprentasikan kualitas-kualitas yang tidak ingin kita akui namun
berusaha kita sembunyikan dari orang lain,bahkan dirinya sendiri. Shadow terdiri konstruktif dan kreatif
lain yang takut kita hadapi (Jung, 1951/1959a). Jung berpendapat bahwa kita semua harus terus
bergumul untuk mengetahui shadow kita, dan bahwa tugas ini adalah tes pertama bagi keberanian kita. Manusia tidak pernah lepas memahami
shadow-nya akan jatuh didalam kekuasaan kegelapan dan menghasilkan hidup-hidup
yang tragis, terus menerus mengalami “kesialan”
yang membuahkan kekalahan dan kepengecutan dalam dirinya sendiri(Jung, 1954/1959a).
Shadow juga dikenal bagian terdalam dan tergelap psikhe. Ia
merupakan bagian dari bawah-sadar kolektif yang kita warisi dari moyang
pra-manusia kita dan mengandung semua insting hewani. Karena shadow, kita jadi
punya kecenderungan kuat untuk tidak menjadi tidak bermoral, agresif dan penuh
hasrat. Bayang-bayang mencerminkan sisi binatang pada kodrat manusia.
Sebagai arkhetipe, bayang-bayang melahirkan dalam diri kita konsepsi tentang
dosa asal; apabila bayang-bayang diproyeksikan keluar maka ia menjadi iblis
atau musuh.
Dalam
Memories,Dreams,reflections,Jung(1961) mengisahkan salah satu mimpinya yang
terjadi ketika hubungannya dengan Freud terputus.Dalam mimpi ini shadow-nya, seorang budak berkulit cokelat, membunuh seorang pahlawan bernama
Siegfried yang melindungi masyarakat Jerman. Jung menginterprestasikan mimpi itu dengan kesimpulan bahwa
dia tidak lah memerlukan Sigmund Freud, sehingga
shadow-nya melakukan tugas kontruktif dengan menghilangkan kenangan terhadap
pahlawannya ini.
c. Anima & Animus
Manusia pada hakikatnya merupakan
makhluk biseksual. Pada tingakat fisiologis, laki-laki mengeluarkan hormon seks
laki-laki maupun perempuan, demikian juga wanita.Pada tingkat
psikologis,sifat-sifat maskulin dan feminin terdapat pada kedua jenis. Jung
mengaitkan sisi feminine kepribadian pria dan sisi maskulin kepribadian wanita
dengan arkhetipe-arkhetipe. Arkhetipe fenimin pada pria disebut anima,
arkhetipe maskulin pada wanita disebut animus (Jung,1945,1945b).
d. Great Mother
Dua arketipe lainnya,great mothe (ibu
agung) dan wise old man (laki-laki tua bijak),adalah kelanjutan darin anima dan
animus.Setiap orang,laki-laki atau perempuan,memilki arketipe great mother.
Jung (1954/1959c) yakin bahwa pandangan kita
mengenai ibu yang penuh kasih kepada pribadi kita namun sekaligus menakutkan, sebagian
besar dibesar-besarkan. Kepuasan besar yang sering kali
tidak dilandasi oleh hubungan personal yang dekat, dijadikan
Jung sebagai bukti bagi arketipe great mother.
Dimensi fertilitas dan pemeliharaan dari
akretipe-great mother disimbolkan sebagai pohon, taman, tanah yang
sudah dibajak, laut, surge,rumah, negeri, gereja, dan
objek-objek hampa, seperti oven dan panic masak. Karena
great mother juga merepresentasikan kekuatan dan destruksi, dia
kadang-kadang disimbolkan sebagai Dewi, Ibu Tuhan, Ibu Alam, Ibu Bumi, ibu tiri
atau penyihir.
Salah satu contoh mengenai kekuatan fertilitas dan
destruksi yang berlawanan ini adalah kisah Cinderella. Fertilitas
dan kekuatan berkombinasi membentuk konsep kelahiran kembali, sebuah
arketipe yang sama sekali berbeda tetapi hubungannya great mother masih tampak
sangat jelas. Kelahiran-kembali (rebirth) direprentasikan
oleh proses-proses, seperti reinkarnasi, baptisme, kebangkitan, dan
individuasi atau realisasi-diri. Manusia di
seluruh dunia dibentuk oleh sebuah hasrat untuk dilahirkan lagi yaitu untuk
mencapai realisasi-diri, nirvana, surga atau
kesempurnaan (Jung,
1954/1959c)
e. Wise Old Man
Orang
tua yang bijak merupakan sebuah arkeotipe dari kebijaksanaan dan keberartian
yang menyimbolkan pengetahuan manusia akan misteri kehidupan. Di dalam mimpi,
arketipe wise old man muncul dalam bentuk ayah, kakek, guru, filsuf, pembimbing
spiritual, dokter, atau pendeta.
f. Hero
Arketipe
pahlawan (hero) direpresentasikan dalam mitologi dan legenda sebagai seseorang
yang sangat kuat, bahkan terkadang merupakan bagian dari Tuhan, yang memerangi
kejahatan dalam bentuk naga, monster, atau iblis. Asal muasal pahlawan bermula
dari masa awal sejarah manusia hingga timbul kesadaran. Ketika mengalahkan
seorang karakter jahat, seorang pahlawan secara simbolis mengatasi masalah
ketidaksadaran pramanusia. Pencapaian dari kesadaran merupakan satu dari sekian
asal-usul pencapaian yang besar dan arketipe mengenai seorang pahlawan yang
memenangi pertempuran merepresentasikan kemenangan dalam mengatasi kegelapan
atau masalah (Jung, 1951, 1959b).
g. Self
Jung
mempercayai bahwa setiap orang memiliki kecenderungan, untuk bergerak menuju
perubahan, kesempurnaan, dan kelengkapan, yang diwarisi. Ia menyebut disposisi
bawaan ini sebagai diri (self). Sebuah arketipe yang paling komprehensif
dibandingkan arketipe lainnya. Diri bersifat menarik arketipe jenis lain dan
menyatukan kesemuanya dalam sebuah realisasi diri. Diri disimbolkan sebagai ide
seseorang akan kesempurnaan, keutuhaan, dan kelengkapan.
Diri
meliputi gambaran ketidaksadaran personal dan kolektif. Antara ketidaksadaran
dan diri secara keseluruhan tampak sangat idealistis. Banyak orang dengan
ketidaksadaran yang berlimpah dan kekurangan kepribadian “soul sparck”,
gagal menyadari kekayaan dan vitalitas dari ketidaksadaran personal dan
terutama ketidaksadaran kolektif mereka. Di lain pihak, orang-orang dengan kesadaran
yang terlalu tinggi kerap kali patologis, dengan satu sisi kepribadian (Jung,
1951/1959a).
Jung
menemukan sebuah bukti adanya arketipe diri dalam symbol di mandala ynag muncul
dalam mimpi dan fantasi orang-orang kontemporer yang tidak pernah menyadari keberdaan
dan artinya. Jung (1951/1959) percaya bahwa pasien psikotik mengalami kenaikan
jumlah motif mandala dalam mimpi-mimpinya pada waktu tertentu, yang mereka
alami dalam kurun waktu gangguan kejiwaan.
KESIMPULAN
Ringkasnya,
diri terdiri atas kesadaran dan ketidaksadaran pikiraan., dan bahwa hal
tersebut menyatukan elemen-elemen yang saling bertentangan dari psike kekuatan
pria dan wanita, kebaikan dan kejahatan, serta gelap dan terang. Elemen-elemen
yang saling bertentangan tersebut kerap kali direpresentasikan dengan sebuah
symbol yin dan yang dimana diri disimbolkan dengan mandala. Motif ini
berarti kesatuan, totalitas, dan keteraturan yang merujuk pada realisasi diri.
DAFTAR PUSTAKA
Feist, jess. J, F, Gregory dan
Roberts, T, A. 2018. Theories of PERSONALITY. Penn Plaza:
NewYork. McGraw-Hill Education
NewYork. McGraw-Hill Education

1 Comments
Mantap sekali
ReplyDelete